SketsaIndonesia.co.id, Banten – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten kembali melaksanakan program PKK Mengajar. Pada tahun 2026, program ini diawali dari SMKN 1 Kota Serang membahas pembelajaran pencegahan narkoba hingga meningkatkan kreativitas siswa.
“Alhamdulillah, hari ini bertempat di SMKN 1 Kota Serang, PKK Mengajar hadir kembali,” ungkap Ketua TP PKK)Provinsi Banten Tinawati Andra Soni di Jl. KH Abdullah Fatah Hasan No. 88, Kota Serang, Senin (9/2/2026).
“Tadi dipaparkan dari masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) TP PKK Provinsi Banten tentang bagaimana menghindari narkoba. Kemudian tentang kewirausahaan dan memperkenalkan wastra Banten,” tambahnya.
Program PKK Mengajar akan dilaksanakan pada beberapa sekolah yang dipilih oleh TP PKK Provinsi Banten. Tujuannya dibuat spesifik ke pelajar karena sebagai generasi masa depan.
“Kami siap untuk hadir di tengah-tengah siswa. Kami bukan pendidik, jadinya kami menyasar pada ranah keluarganya,” ucap Tinawati.
Menurutnya, para siswa adalah salah satu kunci pembangunan bangsa di masa depan. Materi yang disampaikan PKK Mengajar dimulai dari lingkungan keseharian, lingkungan keluarga hingga sekolah. Tinawati mengaku senang dengan antusias para siswa.
“Anak-anak responsnya sangat baik. Anak-anaknya sangat percaya diri. Itu yang paling utama. Saya senang, anak-anak antusias,” ucapnya.
Dirinya juga memberikan apresiasi kepada SMKN 1 Kota Serang, di mana para siswanya nampak betah di sekolah. Menurutnya, salah satu kunci dasar bahwa pendidikan sudah berhasil adalah ketika anak-anak hadir di sekolah dalam waktu lama atau betah.
“Kunjungan ini juga untuk melihat bagaimana sekolah menjadi ramah anak. Itu juga salah satu program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menciptakan ruang ramah anak, ramah belajar,” jelas Tinawati.
“Jadi guru adalah sahabat murid dan murid adalah bagian keluarga di sekolah,” pungkasnya.
Seperti diungkap Kepala SMKN 1 Kota Serang Untung Supriyanto, PKK Mengajar menurutnya turut membantu pendidikan karakter anak. Para siswa membutuhkan kesinambungan antara pendidikan di rumah dan di sekolah.
“Anak – anak usia sekolah membutuhkan keseimbangan di rumah dan di sekolah,” tambahnya.
Dalam program PKK Mengajar itu, Tinawati Andra Soni juga meninjau fasilitas sekolah. Termasuk laboratorium praktik kerja jurusan perhotelan, tata boga, komputer jaringan, hingga tata busana.(*)

















